Ahlan wa Sahlan. . . .

Jika kita mengakui bahwa ALLAH adalah segala-galanya. . .
maka kita kan melakukan segala sesuatunya hanya dan karena oleh-Nya. .
termasuk mencintai orang-orang yang ada dikehidupan kita. . .

Kamis, 28 Juli 2011

Agar Aku dan Kau, Tak Lagi Membuat Syaitan Bahagia

Bismillah. . .
Sebentar lagi Ramadhan tiba. .
Alhamdulillah, bersyukur pada ALLAH atas umur yang masih tersisa hingga detik ini. .
Lagi-2 mengutip dari sebuah buku keren berjudul "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan".

Akhi-Ukhti Sholeh,
Hem, ,mumpung mau puasa, mari kita sejenak bermuhasabah, bertaubat, untuk menyambut bulan suci ini.

Saudara-saudariku se-iman,
Masih adakah diantara kalian yang terikat pada tali yang tidak dihalalkan oleh syariat? (pacaran-red)

Akhi-Ukhti semua,
Sadarkah kalau ikatan tersebut membuat syaitan tertawa bahagia???
Sebelum semuanya terlambat, sebelum menyesal di akhirat kelak, ayo BERTAUBAT!!! Jangan ditunda lagi. .
Ehm, jika sudah terlanjur jatuh hati, sulit mengatakan untuk megakhiri hubungan kata Ust. Salim A. Fillah, maka TULISKANLAH!!!!

Ini contoh dari Ust. Salim, ,MOHON diresapi, Insya ALLAH membawa kebaikan untuk Akhi-Ukhti yang sedang mencari CAHAYA-NYA. . . =)

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Ba'da tahmid dan shalawat....

Syukur pada Allah yang masih mengaruniakan nafas padaku dan padamu untuk segera memperbarui taubat.

Akhi/Ukhti, rasanya aku telah menemukan Kekasih yang jauh lebih baik darimu. Yang Tak Pernah Mengantuk dan Tak Pernah Tidur. Yang Siap terus-menerus Memperhatikan dan Mengurusku. Yang selalu bersedia berduaan di sepertiga terakhir malam. Yang siap Memberi apapun yang ku pinta. Ia yang Bertahta, Berkuasa, dan Memiliki Segalanya.

Maaf akhi/ukhti, tapi menurutku kau bukan apa-apa dibanding Dia. Kau sangat lemah, kecil, dan kerdil dihadapanNya. Ia berbuat apa saja sekehendakNya kepadamu. dan akhi/ukhti, aku khawatir apa yang telah kita lakukan selama ini membuatNya cemburu. Aku takut, hubungan kita selama ini membuatNya murka. Padahal Ia, Maha Kuat, Maha Gagah, Maha Perkasa, Maha Keras SiksaNya.

Akhi/Ukhti, belum terlambat untuk bertaubat. apa yang telah kita lakukan selama ini pasti akan ditanyakan olehNya. Ia bisa marah, akhi/ukhti. Marah tentang saling pandang yang pernah kita lakukan, marah karena setitik sentuhan kulit kita yang belum halal itu, marah karena suatu ketika aku terpaksa membonceng motormu, marah karena pernah ketetapanNya kuadukan padamu atau tentang lamunanku yang selalu membayangkan wajahmu. Ia bisa Marah. Tapi sekali lagi semua belum terlambat. Kalau kita memutuskan hubungan ini sekarang, semoga Ia mau Memaafkan dan Mengampuni. Akhi/Ukhti, Ia Maha Pengampun, Maha Pemberi Maaf, Maha Menerima Taubat, Maha Penyayang, Maha Bijaksana.

Akhi/Ukhti, jangan marah ya. Aku sudah memutuskan untuk menyerahkan cintaku padaNya, tidak pada selainNya. Tapi tak cuma aku, akhi/Ukhti. Kau pun bisa menjadi kekasihNya, kekasih yang amat dicintai dan dimuliakan. Caranya satu, kita harus jauhi semua larangan-laranganNya termasuk dalam soal hubungan kita ini. InsyaAllah, Dia punya rencana yang indah untuk masa depan kita masing-masing. Kalau engkau selalu berusaha menjaga diri dari hal-hal yang dibenciNya, kau pasti akan dipertemukan dengan wanita/pria sholihah/sholih. Ya, yang pasti jauh lebih baik dari ku saat ini. Ia yang akan membantu mu menjaga agamamu, agar hidupmu senantiasa dalam kerangka mencari ridho Allah dalam ikatan pernikahan yang suci. Inilah doaku untukmu, semoga kaupun mendoakanku, akhi/ukhti.

Akhi/Ukhti, aku akan segera menghapus namamu dari memori masa lalu yang salah arah ini. Tapi aku akan tetap menghormatimu sebagai saudara di jalan Allah. Ya, saudara di jalan Allah, akhi/ukhti. Itulah ikatan terbaik. Tak hanya antara kita berdua, tapi seluruh orang mukmin di dunia. Tak mustahil itulah yang akan mempertemukan kita dengan Rasulullah di telaganya, lalu beliau pun memberi minum kita dengan air yang lebih manis dari madu, lebih lembut dari susu, dan lebih sejuk dari krim beku.

Maaf, akhi/ukhti. Tak baik rasanya aku berlama-lama menulis surat ini. Aku takut ini merusak hati. Goresan pena terakhirku di surat ini adalah doa keselamatan dunia akhirat sekaligus tanda akhir dari hubungan haran kita. InsyaAllah.

Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh. . .

Alhamdulillah ya saudara/i ku. . .
Bisa bernafas lega rasanya, membuat syaitan pergi menangis, karena hamba-hambaNya telah menemukan kembali CAHAYA-Nya. . .

semoga bisa menjadi bekal kita menyambut Ramadhan kali ini. . .
selamat berpuasa. . . ^-^

Wassalam. . .



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar